Category Archives: Felling

Apakah Kita Benar-benar Ikhlas ?

Apa itu Ikhlas, sebagian besar dari kita sudah banyak yang mengerti dengan makna kata yang satu ini. Namun masih banyak juga yang belum paham dengan maksud sebenarnya.

Ikhlas dalah segala apa yang kita pikir dan kerjakan di lakukan dengan penuh kerelaan, tampa ada embel-embel harapan akan balasan dengan apa yang telah di pikir atau di lakukan, semata-mata hanya karena kerelaan dari palung hati yang paling dalam. Yang mana itu lahir dari hati kecil yang suci yang merupakan anugerah Yang Maha Kuasa.

Mungkin mudah untuk mengartikan secara bahasa tulisan dan lisan, namun pada kenyataannya sangatlah sulit mendefinisikannya dalam kehidupan nyata. Jikapun kita mampu untuk mendefinisikannya biasanya lebih banyak kita tidak benar-benar sadar bahWa apa yang kita lakukan itu benar-benar Ikhlas. Karena tadi, Ikhlas sesungguhnya tampa ada pemikiran akan mengharapkan sesuatu.

Lalu apakah yang selama ini apa yang kita kerjakan tidak sesuai dengan Definisi Ikhlas ? Tak ada seorangpun yang tahu apa yang di lakukannya itu benar-benar Ikhlas atau tidak, hanya hati kecil yang benar-benar suci dan Yang Maha Kuasa lah yang tahu apa yang kita kerjakan itu Ikhlas atau tidak.

Lalu apakah anda benar-benar Ikhlas melayangkan komentar di Tulisan ini ? Silahkan jawab dengan sepenuh hati “Ikhlas” !

Kemerdekaan atau Kemerkaan

Tampa terasa sudah 65 tahun lamanya Negara tercinta Republik Indonesia terbebas dari belenggu penjajahan, yang sekian lama mengekang kebebasan semuanya. Kemerdekaan yang telah lama dinantikan oleh mereka yang tel;ah rela mengorbankan harta, tahta, bahkan nyawanya, demi satu tujuan Kebebasan menentukan nasib sepenuhnya di tangan sendiri atau Merdeka.

Apakah betul kita telah benar-benar terbebas dari belenggu penjajahan, ataukah semua yang kini kita rasakan hanyalah fatamorgana dari penjajahan yang sebenarnya ?

Penjajah yang sebenarnya dan bisa membuat semua yang dimiliki bumi pertiwi persada nusantara ini bisa benar-benar lebih parah dari apa yang telah di lakukan penjajah asing adalah mereka para penjajah yang datangnya dari negeri sendiri. Merka yang Kemerkaan akan kekuasaan, harta dan penghormatan, Yang dengan tampa mempedulikan saudara mereka yang lain, seenaknya menikmati hasil keringat dan darah mereka yang rela berkorban untuk kemerdekaan negeri ini.

Jika penjajah dari luar mampu kita singkirkan, kita buat mereka pulang kampung, bagaimana caranya kita singkirkan mereka yang begitu berani merebut hak-hak saudara-saudara kita ? apa mereka harus di biarkan terus berkelakar seenaknya, yang malahan dengan mengatasnamakan kita semua, rakyat Indonesia ?

Semoga ada yang terbaik yang akan membuat segala sesuatu di Negeri Persada Nusantara Republik Indonesia menjadi lebih baik, setidaknya tidak lagi jadi hal yang mayoritas mereka-mereka penjajah negeri Indonesia ini. Dan jangan lah kita menjadi salah satu bagian dari mereka yang Kemerkaan ( Rakus ).

Berganti Arah

Terpojokan dalam beberapa pilihan, Semoga pilihan kali ini tidak lagi menjerumuskan ke arah kegagalan. Kembali kobarkan semangat juang. Lanjutttttttttttttttt !

Thanks God ! I Hope your Bless always in my Way.

Makin Dewasa Pemikiran Seseorang Makin Berat Cobaan Menghadang

Ngak kerasa makin hari-makin bertambah usia. Demikian pemikiran pun harus sejalan dengan keadaan, segalanya takan mudah jika hanya terkurung dalam pemikiran itu-itu saja. Tantangan hidup yang akan di jalani kedepan makin banyak kerikil dan duri tajam. Kalo ngak bisa mengadaptasikan arah pemikiran kita, mendingan

Di ibaratkan tanaman padi yang kian bertambah usianya kian berisi bijinya.

Good Luck !
Life is never easy, but ! we must still do the best we can Do.

Antara Realita Dan Mistery

Apa yang di rasakan dan bergemuruh riuh di dalam kumuh
Mengendap dalam darah seolah menjadi candu
Asa sirna tinggallah raga, tak berdaya menuntun masa
bertabur harap tanpa ada satu pun menjadi relita
menjamur,menghantui.

Tertunduk oleh suara
kian terlihat pintu realita
namun mistery apa sebenarnya terjamah
menengadah bersimbah keinginan

Yang terbaik telah tertumpahkan
ketulusan menjadi bumbunya
kesabaran menjadi wadahnya

Terjawab ataukah tidak
Mistery diri
Sang Maha dan waktu yang empunya jawaban.

Absensi Buku Tamu

Sebenernya ngak penting-penting amat postingan kali ini, hanya saja ada kemelut di hati yang terus nendang-nendang di kepala supaya di utarakan. Dari pada nanti jadi jerawat mendingan saya postingin aza.

Judulnya saya kasih Absensi Buku Tamu, karena kebanyakan yang mampir ke Blog ini ngak pada ngisi dulu Buku tamu, memang tidak saya paksakan pengujung mau mengisinya tau tidak.

Tujuan utama ada halaman Absensi Buku Tamu adalah memungkinkan saya mudah untuk kembali Silatrurrahmi ke Blog-blog yang udah saya kunjungi, atau memudahkan saya untuk mereperensikan Blognya apabila ada tulisan terkait.

Udah segitu aza lah, lagi ngak mood bikin tulisan, kapan-kapan di lanjut lagi. Sok lah siapa aza yang mu ngisi Absensi Buku Tamu, gerbang Blog di buka selebar-lebarnya.

Salam

Apa Yang Membuat Hidupmu Begitu Bahagia ?

Setiap insan bernyawa entah itu anak-anak, remaja ataupun orang tua, tidak di bedakan laki-laki ataupun perempuan semuanya selalu berharap akan kebahagiaan. Ngak tahu tuh kalo orang gila masih mengharap akan kebahagiaan apa ngak ? Namun sebagai Insan normal tentunya itu yang kita harapkan ” Kebahagiaan “.

Kebahagian apa sebenarnya yang benar-benar kita harapkan, secara umum, tentunya kebahagiaan yang kita harapkan adalah kebahagiaan duniawi dan ukhrowi.

Lalu apa yang membuat hidup anda bisa begitu bahagia ?

Jawaban yang akan di dapatkan tentunya akan sangatlah begitu beragam, karena akan terdefinisikan pada setiap individu secara Relatif. Karena di pengaruhi oleh begitu banyak kondisi mental, waktu dan keadaan.

Bagi remaja yang sedang di landa mabuk cinta, kebahagian terbesar adalah saat di mana mendapatkan seseorang yang selama ini begitu dia dambakan, lain lagi halnya dengan orang tua kebahagiaan terbesarnya adalah saat melihat anak-anaknya bisa tumbuh dewasa dan mampu menjadi seseorang seperti yang di harapkan.

Jawaban-jawaban di atas hanyalah jawaban secunder, Jawaban primernya adalah saat kita tahu bahwa kita akan bahagia di Ukhrowi. Tapi bagaimana kita bisa tahu kita akan bahagia di akherat, sedangkan untuk megetahuinya kita haruslah meninggal terlebih dahulu ? bahkan seorang nabi pilihan seperti Ibrohim saja masih merasa ragu dirinya akan berada pada kebahagiaan akherat.

Ya ! tidaklah ada seorangpun yang tahu seseorang akan benar-benar mendapatkan kebahagiaan di akhirat, bahkan seorang seperti Ibrohim as, maupun malaikat sekalipun, takan ada yang tahu apa yang akan terjadi pada diri kita nanti di alam uhkrowi. Namun point penting dari jawaban itu adalah kita harus tetap berupaya dan yakin bahwa kita akan bahagia, baik itu di dunia maupun di akhirat.

Upaya saja tidaklah akan cukup jika tampa di dasari keyakinan yang kuat, namun keyakianan yang kuat sekalipun takan mampu membuat kita bahagia di akhirat. Kedua-duanya harus terjaga dan terjalin secara sinkron.

Jadi berupayalah sesuai dengan jalan yang telah di berikan-Nya Serta yakin lah atas apa yang telah di janjikan-Nya pasti akan kita raih jika kita benar-benar berupaya.